SANG INSPIRATOR
Ketika kita mendengar kata inspirator, apa yang terbersit dalam pikiran anda? Menurut kamus besar B.Indonesia (1989:334) kata inspirator berasal dari kata inspirasi yang mrngandung pengertian “pengaruh yang membangkitkan kegiatan kreatif dalam kesatraan, music, seni musik dsb.” Maka kata inspirator adalah orang yang mempengaruhi dan membangkitkan munculnya ide kreatif. Pada zaman dulu Kartini menjadi sumber inspirasi bagi pembebasan kaum wanita, maka Kartini bisa disebut inspirator.
Siapakah sang inspirator masa kini yang bisa membangkitkan keterpurukan bangsa Indonesia ? Dia bisa mengubah dunia yang tadinya berada dalam kegelapan menjadi terang. Ya….. dialah seorang guru
Masih terngiang di telinga syair lagu “kita bisa menulis dan membaca, karena siapa?”, “kita jadi pintar karena siapa?”. Ya . . . .Guru. Orang bisa menjadi pintar jasa seorang guru, bisa menjadi ahli ekonomi, dokter, penerbang, bahkan seorang presiden sekalipun jasa seorang guru.
Di pundak seorang gurulah bangsa ini berharap, karena jika bangsa ini maju merupakan hasil dari seorang guru, jika bangsa ini terpuruk juga merupakan hasil dari seorang guru.
Berapa banyak guru dari bangsa ini yang sudah menjadi inspirator bagi siswanya? Menurut para ahli hasil dari pendidikan tidak bisa dilihat hari ini, tapi bisa terlihat 10-20 yang akan datang. Berarti orang-orang yang ada sekarang pada bangsa ini merupakan hasil pendidikan 10-20 tahun yang lalu. Pejabat yang korupsi, hakim yang seharusnya menegakkan keadilan, malah menjualbelikan keadailan, masih banyak lagi hasil dari pendidikan masa lalu, yang tentunya tidak semuanya jelek, masih ada hal-hal yang bagus yang ditanamkan pendidikan zaman dulu, misalnya sopan santun terhadap guru.
Seorang guru bisa menjadi inspirator bagi siswa, karena guru bisa menyampaikan ide-ide cemerlang sehingga siswanya tumbuh menjadi siswa yang kreatif dan inovatif.
Di dunia pendidikan komunikasi menjadi hal penting, siswa bisa memahami apa yang guru sampaikan karena komunikasi yang baik antara guru dan siswa. Orang tua bisa mengetahui perkembangan siswa di kelas karena komunikasi antara guru dan orang tua terjalin dengan baik.
Berapa orang guru yang bisa menjadi idola bagi siswanya dan telah bisa menginspirasi siswanya? Apakah kita termasuk didalamnya? Bagaimana perasaan kita jika kita tidak temasuk di dalamnya? Jika kita sudah termasuk didalamnya, bersyukurlah ternyata kita telah menginspirasi kehidupannya. Jika tidak merenunglah, itu berarti kita belum bisa menginspirasi kehidupannya. Guru yang menginspirasi menghasilkan siswa yang terinspirasi
Janganlah bersedih, kita masih bisa berusaha dan belajar agar kita sebagai guru bisa menginspirasi kehidupan siswa. Caranya ?
1. Mulailah kita belajar dan senantiasa belajar, “Long Life Education”.
Jika kita mengharapkan siswa kita rajin belajar, kita juga harus senantiasa belajar jangan puas dengan apa yang diperoleh. Semakin kita belajar, semakin banyak ilmu yang belum diketahui.
“Anda belajar berbicara dengan berbicara, belajar dengan belajar, lari dengan berlari, bekerja dengan bekerja. Dengan cara yang sama belajar cinta dengan mencintai.” (Anatole France 1844-1924)
2. Mulailah mengajar dengan hati artinya ketulusan dan keikhlasan dalam mengajar dituntut, bukan hanya perkataan saja tapi keluar dari lubuk hati yang paling dalam melalui perbuatan yang penuh kasih sayang
Setiap siswa memiliki dua kebtuhan yaitu kebutuhan pribadi (diperhatikan, disayang, dihargai dll), dan kebutuhan praktis (ilmu pengetahuan)
3. Pancarkan semangat yang ada pada diri kita kepada siswa. Guru perlu menarik (mata, wajah, baju, cara berjalan dan cara duduk), karena dapat memberi kesan professional, kompeten dan kredibel, bisa menarik perhatian siswa, menanamkan nilai-nilai yang baik, lebih nyaman dan percaya diri.
“Kita tidak bisa mengendalikan kecantikan wajah kita tapi kita bisa mengendalikan ekspresi wajah kita.”
Siswa akan mendapatkan energi dari energi yang kita pancarkan, sehingga suasana kelas bersinergi.
4. Suara sangat penting bagi guru, sehingga apa yang disampaikan bisa didengar oleh siswa. Bila sesuatu itu penting untuk dikatakan, hal itu penting untuk didengar. Bila sesuatu itu baik, kita harus berminat pada apa yang kita katakan, kemudian katakanlah dengan penuh minat.
5. Hindari amarah di depan anak, gantilah kata “jangan” dengan kata lain.
6. Ciptakan suasana komunikatif antara sesama mereka
7. Beri kesempatan anak untuk mengekspresikan pikirannya
Surat Assafaat (37) : 102
Pada kisah Nabi Ibrahim dan Ismail bisa kita lihat terjalin komunikasi yang sangat indah antara seorang ayah dengan anakya, ketika datang perintah Allah lewat mimpi tidak serta merta seorang ayah mengharuskan anaknya menuruti perintah Allah, tetapi memberi kesempatan untuk memberikan pendapat.
Kisah ini memberikan pelajaran pada kita agar kita senantiasa bersikap terbuka, memberikan kesempatan orang lain untuk mengekspresikan pikirannya. Carilah kesempatan yang tepat dengan kata-kata yang baik sehingga apa yang kita sampaikan bisa diterima oleh siswa tanpa harus memaksa.
8. Nikmatilah menjadi seorang guru.
Kita akan berusaha menjadi seorang guru yang baik, menguasai materi pembelajaran, cara mengajarkan kepada siswa sehingga siswa terinspirasi, mengetahui cara pendekatan kepada siswa yang beragam, senantiasa kreatif dan berinovasi dalam mengajar.
“Guru masih gagal jika tidak menghasilkan siswa yang lebih baik dari dirinya”
Seorang guru tidak hanya mengajar siswa, tapi dia harus bisa mengajak siswa untuk belajar. Guru tidah hanya mengejar target kurikulum, tetapi guru harus yakinlah dan berusaha terus agar generasi bangsa ini bisa seperti apa yang diharapkan, ditengah tantangan yang begitu besar.
Marilah kita wujudkan tujuan pendidikan nasional kita, dengan berusaha menjadi inspirator bagi siswanya. Yakinlah pendidikan nasional akan maju jika gurunya berpikiran maju.
from: http://widisyauqia.blogspot.com/2011/04/sang-inspirator.html
.jpg)
.jpg)











